Rabu, 18 Mei 2011

kuliner khas indonesia

Tahu Pong Hayam Wuruk Jakarta
Tahu Pong Hayam Wuruk JakartaTahu Pong dikenal juga dengan tahu kosong. Tahu Pong memang merupakan tahu yang pada bagian dalamnya ada bagian yang kosong sehingga cocok dengan namanya. Dengan bumbu pelengkap dan makanan pelengkap lainnya, Tahu Pong menjadi makanan khas yang layak dicoba. Di Jakarta, Anda dapat menikmati makanan khas Semarang ini di daerah Hayam Wuruk, daerah pusat kota yang mudah dicapai.
» Selengkapnya: Tahu Pong Hayam Wuruk Jakarta
Segarnya Susu Murni di Sumur Lembang
Segarnya Susu Murni di Sumur LembangSebagai minuman yang menyehatkan, susu memang layak menjadi minuman favorit. Di Lembang, sebelah utara kota Bandung, Anda dapat menikmati segelas susu segar yang menyehatkan. Tidak hanya susu, Anda juga dapat menikmati makanan traditional yang tidak kalah nikmatnya. Menikmatinya di tengah udara terbuka yang sejuk akan membuat Anda semakin menikmati santapan Anda di sini. Sumur Lembang merupakan salah satu tempat minum susu murni sambil menyaksikan pemrosesan pembuatan susu.
» Selengkapnya: Segarnya Susu Murni di Sumur Lembang
SapuLidi - Resto and Cafe
SapuLidi - Resto and CafeBagaimana rasanya bersantap di tengah sawah dalam gubug beratap jerami? Anda bisa merasakan suasana ini di SapuLidi Cafe and Resto. Suasana bersantap di tengah sawah dapat dirasakan oleh para pengunjung yang umumnya berasal dari kota besar. Anda akan menikmati makan dengan suasana pedesaan tradisional. Terletak di daerah Lembang, Bandung akan membuat Anda semakin disegarkan oleh sejuknya udara pegunungan.
» Selengkapnya: SapuLidi - Resto and Cafe
Makan Sambil Rekreasi di Godong Ijo
Makan Sambil Rekreasi di Godong IjoIngin menikmati suasana santai bersama keluarga dalam suasana yang berbeda? Anda dan keluarga dapat berkunjung ke Godong Ijo. Disini, Anda dapat menikmati berbagai makanan istimewa dalam suasana cafe yang elegan. Tempat ini juga sangat cocok jika Anda ingin berwisata bersama anak-anak karena terdapat fasilitas arena bermain yang luas, memperkenalkan satwa-satwa unik atau mengajak mereka memancing bersama. Liburan bersama keluarga akan terasa menyenangkan dengan mengunjungi Godongijo.
» Selengkapnya: Makan Sambil Rekreasi di Godong Ijo
Alaminya Kampung Daun
Alaminya Kampung DaunKampung Daun merupakan salah satu tempat kuliner yang ada di kota Bandung. Dengan slogan Culture Gallery and Cafe, tempat makan ini siap memanjakan pengunjungnya untuk menikmati suasana pedesaan yang tenang dan menyegarkan. Dengan tambahan berbagai ornamen yang menciptakan suasana tradisional, Kampung Daun juga menyediakan berbagai makanan tradisonal khas Indonesia juga makanan modern dari negara lain.
» Selengkapnya: Alaminya Kampung Daun
Menikmati Ikan Nila Goreng Pak Ono
Menikmati Ikan Nila Goreng Pak OnoRestoran Ikan Nila Goreng Pak Ono merupakan salah satu tempat makan yang dapat menjadi tujuan bagi pecinta ikan. Sajian menarik dengan bahan dasar ikan juga masakan dari derah Sunda siap disantap. Pilihan menu apa saja yang bisa dipilih di sini?
» Selengkapnya: Menikmati Ikan Nila Goreng Pak Ono
Pasar Atom, Wisata Kuliner Surabaya
Pasar Atom, Wisata Kuliner SurabayaSaat berkunjung ke suatu kota, tidak lengkap rasanya tanpa berwisata kuliner. Mengunjungi Pasar Atom (sering juga disebut Pasar Atum) yang ada di pusat kota Surabaya layak menjadi pilihan. Berbagai jenis makanan dan jajanan khas dan nikmat dapat Anda temukan disini. Sempatkan untuk mampir ke tempat ini karena dengan hanya mengunjungi satu tempat, ada banyak kuliner yang bisa dicoba.
» Selengkapnya: Pasar Atom, Wisata Kuliner Surabaya
Seafood Berkualitas di D'Ocean
Seafood Berkualitas di D'OceanHobi makan seafood mungkin salah satu kegemaran Anda. Menikmati udang, cumi, atau kepiting yang kaya protein memang menyenangkan, walaupun harus hati-hati bagi Anda yang yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Salah satu tempat untuk menikmati seafood nikmat dengan suasana nyaman adalah dengan mengunjungi D'Ocean. Restoran ini akan menyediakan seafood yang berkualitas.
» Selengkapnya: Seafood Berkualitas di D'Ocean
Nikmati Pedasnya Sambal Cibiuk
Nikmati Pedasnya Sambal CibiukTidak lengkap makan tanpa ditemani sambal. Banyak orang memang merasa kurang nikmat bila makan tanpa rasa pedas. Untuk Anda yang suka dengan sambal dan ingin mencoba sambal yang unik, Anda dapat mencoba sambal Cibiuk yang tersaji di Rumah Makan Cibiuk. Inilah yang membedakan rumah makan ini dengan rumah makan Sunda lainnya. Ditemani sambal ini, aneka makanan khas Sunda tersaji lebih menggoda.
» Selengkapnya: Nikmati Pedasnya Sambal Cibiuk
Makan Romantis di Cafe Gumati
Makan Romantis di Cafe GumatiMenikmati makanan sambil menyaksikan pemandangan dapat Anda rasakan saat bersantap di Cafe Gumati yang berada di kota Bogor. Melihat pegunungan yang hijau atau cahaya lampu-lampu pada malam hari menciptakan suasana romantis yang bisa Anda nikmati bersama orang yang Anda cintai.
» Selengkapnya: Makan Romantis di Cafe Gumati
Zangrandi Ice Cream
Zangrandi Ice CreamMencoba es krim di tengah udara panas pasti akan memberikan kesegaran. Sambil menikmati dinginnya es krim (ice cream), Anda juga dapat merasakan suasana masa lampau yang klasik. Itu yang dapat Anda rasakan saat mengunjungi Zangrandi, restoran es krim tempo dulu terletak di pusat kota Surabaya yaitu di Jalan Yos Sudarso.
» Selengkapnya: Zangrandi Ice Cream
Cimory Resto
Cimory RestoDaerah Puncak, Jawa Barat, menjadi salah satu tujuan wisata bagi warga Jakarta atau kota-kota lain di sekitarnya. Udara yang sejuk serta sajian pemandangan pegunungan menjadi daya tarik penduduk kota untuk berekreasi di tempat ini. Bila Anda ingin berekreasi ke daerah puncak, bersantap di Cimory Resto pasti akan menyenangkan, terlebih bila Anda mengajak putra-putri tercinta, karena di tempat ini ada banyak hal yang dapat dinikmati bersama keluarga.
» Selengkapnya: Cimory Resto
BT Cocoa Cafe
BT Cocoa CafeCoklat dapat dinikmati dalam bentuk minuman. Minuman coklat dalam bentuk panas maupun dingin dapat memberi kenikmatan tersendiri. Khasiat coklat untuk kesehatan dapat pula diperoleh. Menikmati bersama pasangan dapat menjadi peristiwa romantis yang indah. Di mana Anda bisa menikmatinya?
» Selengkapnya: BT Cocoa Cafe
Panecook
PanecookPancake atau panekuk pada awalnya biasa disantap saat sarapan atau makan pagi. Dengan berbahan dasar terigu, susu dan mentega menjadikan pancake sebagai makanan yang bergizi dan mengenyangkan. Seiring perkembangan dan kreasi unik dari penciptanya, kini pancake dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan makanan lain. Itulah yang disajikan bila Anda mengunjungi Panecook, yang terletak di Puri Indah, Jakarta Barat. Berbagai kreasi panekuk dan makanan lain siap untuk dicoba.
» Selengkapnya: Panecook
Kafe Pisa
Kafe PisaKafe Pisa terkenal sebagai tempat untuk berkumpul yang asyik dan selalu ramai dikunjungi. Didukung oleh letak yang strategis di tengah kota yaitu di daerah Menteng, suasana yang asyik juga ada berbagai makanan, minuman dan dessert yang dikenal nikmat. Apa saja yang akan kita jumpai di Kafe Pisa?
» Selengkapnya: Kafe Pisa
Blenger Burger
Blenger BurgerNama Blenger Burger mungkin bukan hal asing bagi sebagian masyarakat Jakarta. Burger ini memang menjadi fenomenal saat pertama kali muncul. Untuk menikmatinya banyak orang yang rela antri di kiosnya. Sampai sekarang pun, burger ini masih memikat para pengunjungnya sehingga terus menjadi tujuan bagi pecinta burger. Burger ini mempunyai logo "It's Worth The Wait". Apakah benar burger ini layak untuk ditunggu?
» Selengkapnya: Blenger Burger
Soto Gebrak Cak Anton
Soto Gebrak Cak AntonIngin bersantap sambil merasakan sensasi unik? Coba saja mampir ke Soto Gebraak atau dikenal juga dengan nama Soto Gebraak Cak Anton. Depot atau warung soto ini berdiri sejak tahun 1973 dan sekarang telah memiliki beberapa cabang di Jakarta. Selain sensasinya, rasa soto juga tidak kalah menariknya untuk dinikmati. Karena letaknya yang strategis, maka tidak heran jika tempat ini ramai dikunjungi para karyawan saat jam makan siang. Anda juga dapat bersantap di sini bersama teman atau keluarga. Mengapa dinamakan Soto Gebraak? Apa sensasi unik saat makan di sini?
» Selengkapnya: Soto Gebrak Cak Anton
Ancol Jimbaran Resto
Ancol Jimbaran RestoBagi Anda yang tinggal di Jakarta, untuk merasakan suasana Bali, untuk menikmati makanan laut dengan suasana pantai yang romantis, ternyata tidak perlu pergi jauh. Anda hanya perlu berkunjung ke Ancol, Jakarta Utara. Terletak di Pantai Carnaval Ancol, dengan luas sekitar 1 hektar, Jimbaran Resto menyajikan suasana dan makanan khas Bali untuk para pengunjungnya.
» Selengkapnya: Ancol Jimbaran Resto
Bebek Goreng H Slamet (Asli)
Bebek Goreng H Slamet (Asli)Rumah makan atau warung Bebek Goreng H. Slamet (Asli) selalu ramai dipenuhi pengunjung. Meski menu yang ditawarkan hanya bebek goreng, namun rumah makan ini selalu penuh apalagi saat jam makan. Sambal korek yang menjadi pelengkap dari bebek goreng juga memiliki rasa yang khas. Tentu rumah makan ini bisa menjadi tujuan wisata kuliner Anda jika sedang berada di daerah Solo dan Yogyakarta. Bahkan beberapa cabang juga telah dibuka di kota-kota besar lainnya.
» Selengkapnya: Bebek Goreng H Slamet (Asli)
Jimbaran Bali
Jimbaran BaliSudah tidak asing lagi bagi Anda yang sering berkunjung ke Pulau Bali, mendengar daerah Jimbaran. Ya, daerah Jimbaran sudah sangat terkenal di wilayah selatan pulau dewata karena letaknya yang tidak jauh dari daerah wisata Kuta dan Nusa Dua maupun Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Mengapa daerah ini begitu menarik bagi para pencinta wisata kuliner?
» Selengkapnya: Jimbaran Bali
Sate Haji Romli RSPP
Sate Haji Romli RSPPSate merupakan salah satu makanan tradisional dari Indonesia yang telah menjadi salah satu makanan favorit. Salah satu sate yang sering dikunjungi warga Jakarta adalah Sate Haji Romli atau Sate Pak Muri. Sate ini sudah ada sejak tahun 1960-an ini. Gerobak sate dari Sate H Romli terletak persis di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di Jakarta sehingga sering juga dikenal sebagai Sate RSPP atau Sate Pertamina. Mengapa Sate H Romli memiliki cukup banyak penggemar setia yang bersedia mengantri untuk menikmati seporsi sate kegemaran mereka?
» Selengkapnya: Sate Haji Romli RSPP
Pare'gu Yakiniku and Shabu-Shabu
Pare'gu Yakiniku and Shabu-ShabuHidangan daging yakiniku yang empuk dan shabu-shabu hangat dengan kuah yang memanjakan lidah. Makanan jenis itulah yang disajikan di sini, semua makanan Jepang yang nikmat ini dapat Anda nikmati sepuasnya atau all you can eat. Juga terdapat makanan lain mulai dari makanan pembuka sampai makanan penutup yang tidak kalah nikmatnya. Anda dapat menikmatinya di Pare'gu, Family Restaurant yang menyediakan Yakiniku dan Shabu-Shabu. Restoran ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Anda bersama keluarga di Jakarta.
» Selengkapnya: Pare'gu Yakiniku and Shabu-Shabu
D'Cost Seafood
D'Cost Seafood"Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima" — itulah slogan dari D'Cost Seafood, salah satu restoran menarik yang dapat Anda kunjungi untuk menikmati sajian seafood atau makanan laut bersama keluarga dan kerabat Anda. Meski harga kaki lima, namun Anda akan menikmati makanan Anda di dalam ruangan restoran dengan suasana modern. Berbagai makanan laut dengan olahan yang lezat dan pelayanan profesional bisa Anda nikmati di sini.
» Selengkapnya: D'Cost Seafood
Bandar Djakarta
Bandar DjakartaBandar Djakarta merupakan salah satu restoran yang menyediakan aneka makanan laut (seafood) yang unik. Tempat yang nyaman, rasa makanan dan harga yang pantas membuatnya menjadi salah satu primadona tujuan kuliner di Pantai Carnaval, kawasan wisata Ancol Taman Impian, Jakarta Utara. Pengunjung yang ramai mengunjunginya merupakan bukti bahwa Bandar Djakarta memiliki keistimewaan bagi para pengunjungnya sejak didirikan pada bulan Desember 2001.
» Selengkapnya: Bandar Djakarta
Soto Betawi Umar Idris
Soto Betawi Umar IdrisSebagai makanan khas Jakarta, soto betawi memang telah menjadi salah satu santapan yang disukai. Kuah santan yang putih dan potongan daging empuk disajikan panas, sangat cocok untuk bersantap di musim hujan dan udara dingin. Salah satu tempat yang menjual soto betawi adalah Soto Betawi Umar Idris yang terletak di daerah Petamburan, tepatnya di Jalan KS Tubun No.15 B, Petamburan, Jakarta.
» Selengkapnya: Soto Betawi Umar Idris
Bumbu Desa
Bumbu DesaBumbu Desa, dari namanya Anda dapat membayangkan sajian khas masakan pedesaan bumi Parahyangan, Jawa Barat. Memang benar, di resto ini Anda akan disajikan berbagai sajian khas makanan Sunda. Anda dapat menikmati makanan seperti sayur asam dan ikan gurame cobek dengan alunan musik Sunda yang khas. Setelah outlet pertamanya dibuka di Bandung, resto ini telah membuka cabang di berbagai kota di Indonesia. Anda dapat menjadikan Bumbu Desa sebagai salah satu tujuan wisata kuliner bagi Anda yang menggemari masakan khas Sunda. Apa saja yang menarik dari Bumbu Desa yang membuatnya berbeda dari wisata kuliner khas Sunda lainnya?
» Selengkapnya: Bumbu Desa
Bebek Goreng Yogi
Bebek Goreng YogiBebek Goreng Yogi terkenal dengan daging bebek empuk yang membuat banyak orang menyukainya. Ada berbagai ragam cara yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan daging bebek. Salah satu tempat yang menjual bebek dengan berbagai variasinya adalah di Bebek Goreng Yogi yang terletak di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di sini Anda akan dimanjakan dengan berbagai menu dengan bahan utama daging bebek.
» Selengkapnya: Bebek Goreng Yogi
Suis Butcher - Steak House
Suis Butcher - Steak HouseSuis Butcher merupakan salah satu tempat tujuan wisata kuliner yang cocok bila Anda berkunjung ke Bandung. Di sini Anda akan menjumpai berbagai steak. Ada banyak keunggulan tempat ini sehingga menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan mengisi perut Anda. Sepulang Anda berbelanja pakaian di berbagai factory outlet yang terdapat di Jalan Riau, Anda bisa mampir ke Suis Butcher. Apalagi tempatnya yang dekat dengan Jalan Riau yang selalu ramai dikunjungi warga Jakarta saat memburu pakaian di factory outlet. Jadi setelah puas berbelanja, Anda dapat menikmati makanan di sini.
» Selengkapnya: Suis Butcher - Steak House
Pancious Pancake House
Pancious Pancake HousePancious Pancake House adalah sebuah resto yang menawarkan pancake sebagai menu utamanya. Seperti namanya, sebagian besar makanan yang disajikan merupakan hasil kreasi menggunakan pancake dan waffle. Tidak hanya dengan toping ice cream seperti pancake pada umumnya, tetapi disini Anda akan menemukan pancake dengan campuran yang unik dengan rasa yang nikmat ditambah dengan nuansa resto yang menyenangkan.
» Selengkapnya: Pancious Pancake House
Waroeng Steak & Shake
Waroeng Steak & ShakeWaroeng Steak & Shake merupakan tempat makan favorit bagi para mahasiswa. Disini, para mahasiswa dapat berkumpul bersama teman, menikmati suasana yang dibuat unik dan menikmati steak dengan harga yang sangat terjangkau. Jadi di sini Anda dapat menikmati sajian steak dengan harga warung! Selain steak, ada juga menu lain yang dapat menjadi pilihan.
» Selengkapnya: Waroeng Steak & Shake
Rumah Makan Ibu Hj. Kokom
Rumah Makan Ibu Hj. KokomAnda salah satu penggemar ayam goreng? Tampaknya, Anda harus mengunjungi salah satu wisata kuliner ini. Disini Anda akan merasakan ayam goreng yang nikmat, gurih dan renyah serta makanan lainnya yang menggugah selera. Ditambah dengan suasana tempat yang alami, santai dan nyaman, pasti akan menambah kenikmatan sajian yang disediakan. Rumah Makan Ibu Hj. Kokom yang terletak di Jl. KH. Hasyim Ashari No.20 Cipondoh, Kota Tangerang dapat menjadi pilihan wisata kuliner Anda untuk bersantap bersama kerabat atau keluarga.
» Selengkapnya: Rumah Makan Ibu Hj. Kokom
BMC - Bandoengsche Melk Centrale
BMC - Bandoengsche Melk CentraleBandoengsche Melk Centrale atau BMC merupakan salah satu resto yang dapat dijadikan tujuan wisata kuliner yang menarik di kota Bandung. Di sini Anda dapat menikmati beragam makanan dan minuman dengan suasana tempo dulu. Menu utama di BMC adalah Sop Buntut Goreng dan berbagai minuman dari susu seperti yogurt, susu murni, dan minuman lainnya.
» Selengkapnya: BMC - Bandoengsche Melk Centrale
Yoghurt Cisangkuy Bandung
Yoghurt Cisangkuy BandungYoghurt yang merupakan produk olahan susu yang difermentasi, kini semakin banyak disukai orang. Hal ini karena ada banyak manfaat bila mengkonsumsinya. Tapi, bila Anda ingin mencoba yoghurt dengan rasa yang berbeda, Anda dapat mampir ke Yoghurt Cisangkuy di Jalan Cisangkuy, Bandung, Jawa Barat. Dengan tempat yang nyaman dan rasa yoghurt yang enak dijamin Anda akan senang mampir ke tempat ini.
» Selengkapnya: Yoghurt Cisangkuy Bandung
Ragusa Es Krim Italia
Ragusa Es Krim ItaliaEs krim (ice cream) pasti merupakan makanan favorit bagi banyak orang. Di tempat ini, Anda dapat menikmati es krim dengan suasana tempo dulu. Beralamat di Jl. Veteran I no.10 Jakarta Pusat, Es Krim Ragusa yang telah berdiri sejak tahun 1932 tidak pernah kehilangan penikmatnya.
» Selengkapnya: Ragusa Es Krim Italia
Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.Ellya
Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.EllyaBila Anda sering melewati Jalan Pesanggrahan (Jakarta Barat) pada sore hari terutama pada weekend, mungkin Anda akan melihat salah satu tempat makan dimana pada bagian depan dan samping dipadati mobil yang sedang parkir. Tempat makan ini menyajikan nasi uduk dengan ciri khas betawi, bernama Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.Ellya. Lokasinya di dekat Perumahan Puri Indah, tepatnya di Jalan Pesanggrahan no. 169, Jakarta Barat.
» Selengkapnya: Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.Ellya
Lemon Kitchen
Lemon KitchenBila anda mengunjungi daerah Tebet, Jakarta Selatan, cobalah mampir ke restoran Lemon Kitchen yang terletak di Jl. Tebet Barat I no. 9, Jakarta. Bagian luar resto ini sangat unik, dengan air mancur, kolam ikan dan pijakan batu-batu untuk masuk ke dalam resto. Suasana, masakan dan pelayanannya dapat membuat kita suka untuk berkunjung kembali ke tempat ini.
» Selengkapnya: Lemon Kitchen
Warung Nasi Ampera
Warung Nasi AmperaBagi anda pecinta makanan Sunda, kini ada satu pilihan lagi untuk anda. Di Jalan Pesangrahan anda akan menemukan "Warung Nasi Ampera". Bagi anda yang pernah tinggal di Bandung, mungkin tidak asing dengan warung nasi ini karena warung nasi ini merupakan cabang dari Kebon Kelapa Soekarna-Hatta Bandung. Begitulah yang tertulis di depan pintu masuk. Walaupun, namanya warung, tapi anda tidak perlu kuatir, karena tempat ini cukup nyaman dan ber-AC, sehingga kita tidak kepanasan.
» Selengkapnya: Warung Nasi Ampera
Resto Duren Harum
Resto Duren HarumAnda penggemar durian? Kini, Anda akan menemukan tempat yang menarik karena di Jakarta ada resto durian yang menyediakan durian dengan kualitas baik dan berasal dari berbagai negara. Durian yang anda makan dijamin rasanya enak, karena durian disini memang durian pilihan. Jadi, tidak ada salahnya Anda mampir ke tempat ini.
» Selengkapnya: Resto Duren Harum
Abuba Steak
Abuba SteakAbuba Steak telah lama dikenal sebagai steak kaki lima di Jakarta. Abuba telah membuat steak tidak dianggap sebagai makanan yang mahal karena dengan harga yang terjangkau steak dapat pula dinikmati masyarakat luas.
» Selengkapnya: Abuba Steak
Macaroni Panggang Bogor (mp)
Macaroni Panggang Bogor (mp)Macaroni Panggang, nama ini mungkin bukan hal yang asing bagi Anda yang sering mengunjungi kota Bogor. Tempat makan ini memang sudah terkenal di Bogor sebagai tempat makan dan juga tempat membeli oleh-oleh bila kita singgah ke Bogor.
» Selengkapnya: Macaroni Panggang Bogor (mp)
Death By Chocolate (dbc) & Spagheti
Death By Chocolate (dbc) & SpaghetiNamanya yang unik membuat beberapa orang ingin mengunjungi tempat ini. Mendengar namanya, kita akan membayangkan coklat yang nikmat. Coklat memang menjadi menu andalan di resto ini, tetapi suasana yang ditawarkan berbeda dengan tempat makan lainnya.
» Selengkapnya: Death By Chocolate (dbc) & Spagheti
Roti Bakar Eddy - Senayan
Roti Bakar Eddy - SenayanRoti Bakar ini sudah lama dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda di Jakarta Selatan. Nama Roti Bakar Eddy sendiri sudah dikenal sejak lama dan menjadi salah satu roti bakar tertua di Jakarta. Letaknya semula terletak di dekat Blok M, di depan sekolah Al-Azhar.
» Selengkapnya: Roti Bakar Eddy - Senayan
Pecel Lele Bryan Jaya Perjuangan
Pecel Lele Bryan Jaya PerjuanganSiapa tidak kenal dengan pecel lele goreng yang nikmat dengan sambal lalap? Sebuah warung pecel lele di bilangan dekat Jalan Panjang Jakarta Barat (dekat RCTI) membuat pengunjungnya rela antri begitu lama demi sepotong lele goreng. Apa yang membuat pecel lele ini begitu lezat selain harganya yang murah?
» Selengkapnya: Pecel Lele Bryan Jaya Perjuangan
http://kumpulan.info/kuliner/wisata-kuliner.html

Selasa, 10 Mei 2011

Tugas Sopskill ( Potret Kemiskinan Di Indonesia)

Pendahuluan


KEMISKINAN bukan ungkapan asing bagi kita, masyarakat negara ketiga. Masing-masing pikiran kita punya persepsi tentang yang mana “miskin” dan mana “tidak miskin” atau “kaya”. Setiap saat kita dijejali dengan sekian produk “pemiskinan” yang membuat kita secara tidak sadar, mengkondusifkan proses “memiskinkan” diri sendiri.

ISI

Dalam skala yang lebih besar, tak ayal, bangsa kita juga bangsa yang miskin. Dengan memakai perpsektif apapun, semiskin-miskinnya bangsa lain, kita akan tetap berstatus miskin. Kita tidak layak disebut “kaya” karena kita masih miskin. Biarpun berlimpah sumber daya alam (SDA), toh kita tetap tidak mampu berbuat banyak. Kita juga miskin gerak, miskin uang, miskin moral dan miskin akhlak, dan lain sebagainya yang miskin.
Jika tak berlebih, Indonesia boleh dijuluki sebagai negeri duka kaum papa. Berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah masyarakat miskin pada tahun 2001 di negara ini sebesar 17,5 % atau berkisar 34,6 juta jiwa, sedangkan berdasarkan angka Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada tahun 2001, presentase keluarga miskin (Prasejahtera dan Sejahtera I) mencapai 52,07 %, lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia pada tahun yang sama. Dalam hitungan lain, hasil SUSENAS mengantongi angka 98 juta jiwa (48%) penduduk miskin Indonesia. Dengan memakai angka apapun, akan tetap banyak masyarakat kita yang berada pada level “miskin”.
Meskipun tidak secara langsung berhubungan, tingkat pengangguran, logikanya biimplikasi dengan kemiskinan. Jumlah penganggur di negara ini tahun 2000 lalu diperkirakan mencapai 38,5 Juta jiwa, hampir sama besarnya dengan jumlah masyarakat miskin.
Dalam kondisi objektif seperti ini, pemerintah memikul konsekuensi logis merumuskan upaya pengentasan kemiskinan. Sejak kemerdekaan diproklamirkan, label “negara miskin” masih juga belum bisa dilepaskan dari etalase pembangunan nasional. Yang paling menyedihkan, adalah tingkat Human Development Index(HDI) nasional Indonesia pada tahun 2003 yang jauh tertinggal dari banyak negara berkembang; negara-negara yang dulu banyak belajar dan dibantu oleh kita. Kita harus puas dengan rangking 117 dari 175 negara, juru kunci di ASEAN!
HDI, dikenal juga sebagai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), mewakili keberhasilan pembangunan suatu negara diukur dari perspektif ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Untuk perspektif ekonomi, HDI yang sangat rendah tersebut, melambangkan keterpurukan moneter dan tidak adanya kondusifitas pengembangan ekonomi. Krisis multidimensi yang menerpa negara kita pada penghujung 1997 dan pertengahan 1998, menyisakan trauma ekonomis yang cukup mendalam. Iklim investasi memburuk, sejalan dengan terjungkalnya sektor ekonomi menengah ke bawah dan distabilitas perpolitikan nasional.
Tak terkecuali pendidikan dan sektor kesehatan. Sebagai “public goods” (kebutuhan publik), kedua sektor ini – bagaimanapun konteksnya, akan tetap dibutuhkan hadirnya, dalam kondisi krisis kemarin, tak dapat dinafikkan, juga mengalami imbas yang cukup berarti. Selain itu, sektor-sektor lainnya semisal hukum, pertanian, kultur dan sebagainya, pun tak luput dihembus angin distabilitas. Bangsa kita sakit, kronik malah.
Problem nasional kita menjadi semakin kompleks dan memutlakkan penyelesaian sistemik dan kompleks pula. Buntutnya, masyarakat miskin, yang sebelumnya memang sudah miskin, kembali terdesak menjadi miskin berganda, miskin sirkuler, bahkan tidak sedikit yang miskin herediter. Penghujung dekade 90-an, resonansi kemiskinan muncul dengan kemasan dan wajah baru yang lebih menyeramkan.
Bangsa ini, bangsa yang memuja kemiskinan !
“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, kemiskinan masih akan jadi masalah utama bangsa Indonesia, dilihat dari segi konsumsi maupun pendapatan.” ujar Dr. Sri Adiningsih, MSc., ekonom dari Universitas Gajah Mada, salah satu narasumber di Konsultasi Nasional yang diadakan oleh Institut Leimena bersama dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia, serta Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia, September 2008 lalu.

Dr. Sri Adiningsih menampilkan potret ekonomi Indonesia sebagai berikut:
Stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, namun rapuh, apalagi pasar keuangan global tengah menghadapi krisis. Pertumbuhan ekonomi meningkat, terutama karena kenaikan harga barang primer dan sektor non-tradable. Kebijakan ekonomi terlalu liberal karena semakin bergantung ke luar negeri. Anggaran terjebak kebijakan jangka pendek, tampak populis, tapi pembangunan strategis seperti jembatan, jalanan, atau listrik tidak dilakukan.

Sementara itu, kemiskinan di Indonesia masih besar. Padahal definisi “kemiskinan” yang dipakai sudah sangat lunak dibandingkan, misalnya, dengan standar Bank Dunia. Belum lagi penambahan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Raskin (Bantuan Beras bagi Rakyat Miskin) dapat menurunkan angka kemiskinan secara semu. Dari banyak penelitian, sumber kemiskinan antara lain adalah kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, infrastruktur yang buruk, dan ketiadaan modal.

Pilar ekonomi Indonesia saat ini sebetulnya UKM. Di sinilah banyak orang miskinnya. Namun usaha mikro sekarang berkembang bukan akibat desain pemerintah, tapi karena orang tidak ada pilihan. Daripada menganggur, lebih baik membuka Warteg atau sejenisnya. Usaha kecil di Indonesia naik dari 44 juta (2007) menjadi hampir 50 juta (2008). Usaha menengah turun dari 6 juta ke sekitar 4 juta, sedangkan usaha besar umumnya stagnan.

Menurut UN Millenium Project, pertanian adalah cara mengatasi kemiskinan di desa. Selain itu perlu mengembangkan investasi dalam bidang kesehatan dasar, pendidikan, transportasi, listrik, serta pelayanan masyarakat.

Dalam konteks ini, gereja harus menjadi pilar penting dalam memerangi kemiskinan dan keterbelakangan. Gereja harus memberikan pencerahan, semangat, optimisme. “Walaupun kecil, kita jangan mengalami minority syndrome. Gereja-gereja di Indonesia punya jaringan nasional dan berbagai program pengentasan kemiskinan, meskipun hasilnya memang masih jauh dari memuaskan.” papar Dr. Sri Adiningsih. Ia pun menceritakan pengalamannya menjadi pembina program sosial di gerejanya. “Motto kami adalah melayani dulu, urusan uang kemudian, jadi bukannya bertanya dulu apakah punya uang atau tidak.”
Di antara sekian banyak agenda pembangunan nasional, Tulisan ini akan menyodorkan potret pembangunan sosial di berbagai negara dalam kurun waktu 25 tahun (1970-95) berdasarkan Indek Kemajuan Sosial (Index of Social Progress-ISP) yang dikembangkan oleh Richard J. Estes, profesor Pekerjaan Sosial dari School of Social Work, University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Meski memiliki persinggungan dengan indek pendahulunya, ISP lebih komprehensif ketimbang index/indikator sebelumnya seperti GNP, Physical Quality of Life Index, bahkan Human Development Index yang dikembangkan UNDP. ISP terdiri dari 45 indikator sosial yang dikelompokkan dalam 10 sub-indek: pendidikan, status kesehatan, status wanita, pertahanan keamanan, ekonomi, demografi, partisipasi politik, keragaman budaya, dan usaha kesejahteraan sosial.

Gambaran Umum

Situasi sosial dunia dewasa ini ditandai kontraiksi. Meskipun sejak tahun 1970 pembangunan sosial beberapa negara mengalami kemajuan, sebagian besar bangsa masih dilanda perang, konflik sipil, pelanggaran HAM, pemerintahan korup, tekanan penduduk dan kemiskinan. Keadaan fisik dunia pun terus memprihatinkan. Masyarakat di berbagai belahan dunia menghadapi penurunan kualitas hidup akibat polusi, deforestasi, erosi tanah, kepunahan binatang, bencana alam, dan degradasi lingkungan hidup serta keragaman hayati.

Sebuah studi komprehensif yang dilakukan Bank Dunia memperkirakan bahwa 1,2 milyar penduduk dunia hidup dalam kemiskinan. Setengah dari jumlah itu, hidup dalam kemiskinan absolut: tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang paling dasar sekalipun. UNDP memperkirakan bahwa 2/3 penduduk miskin di dunia berada di 9 negara Afrika-Asia dan 1 Amerika Latin: Ethiopia, Nigeria, Bangladesh, India, Indonesia, Pakistan, Pilipina, Cina, Viet Nam, dan Brazil. Sebagian besar penduduk miskin adalah wanita dan anak-anak di pedesaan. Kondisi kemiskinan sangat akut terutama pada keluarga yang dikepalai wanita yang suaminya pergi ke kota mencari pekerjaan. Seperti dilansir UNDP (1994), dunia kini bukan saja sedang mengalami globalisasi ekonomi, melainkan juga globalisasi kemiskinan. “Kemiskinan kini tidak lagi mengenal batas negara. Kemiskinan telah menjadi fenomena global. Ia berjalan menyebrangi perbatasan, tanpa paspor, dalam bentuk perdagangan obat-obat terlarang, penyakit, polusi, migrasi, terorisme, dan ketidakstabilan politik.”
Dua masalah serius yang menyebabkan rendahnya pembangunan sosial di negara-negara berkembang dan terbelakang adalah tekanan penduduk dan kemiskinan. Tingkat pertumbuhan penduduk dunia tahun 1995 mencapai 1,7%. Dengan tingkat pertumbuhan itu, jumlah penduduk dunia akan mencapai 6,1 miliar di tahun 2000, 7 miliar di tahun 2010, dan 8,2 miliar pada tahun 2025. Ironisnya, 80% dari pertumbuhan penduduk dunia sejak tahun 1960 terkonsentrasi di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dan 95% dari peningkatan ini terkonsentrasi di negara-negara miskin di wilayah tersebut.
Tiga Kecenderungan
Berdasarkan studi terhadap 160 negara, Estes (1998) mengklasifikasikan potret pembangunan sosial kedalam tiga kategori: Negara Maju (World Social Development Leaders), Negara Berkembang Menengah (Middle Performing Countries), dan Negara Berkembang Terbelakang (Socially Least Developing Countries).

Karakteristik Pembangunan Sosial

Terdapat 33 negara yang masuk kategori Negara Maju. Sebanyak 26 negara berada di kawasan Eropa (Prancis, Jerman, Belanda, Inggris,dst.) dan 6 diantaranya masuk bagian Eropa Timur dan Tengah (Bulgaria, Hongaria, Polandia, Slovenia, Republik Slovak dan Czechnya). Dua negara, Estonia dan Ukraina, merupakan negara yang baru merdeka dari bekas Uni Sovyet. Mayoritas negara-negara ini memiliki sejarah demokrasi yang kukuh dan sistem ekonomi terbuka. Kondisi ekonominya sangat baik dan stabil. Rata-rata GDP mencapai $18.700 dengan inflasi yang relatif rendah (3,1%). Tingkat tabungan dan investasi tinggi, sedangkan utang luar negerinya sangat rendah.

Sebagian besar Negara Maju adalah negara kecil dengan penduduk kurang dari 25 juta dengan tingkat pertumbuhan penduduk 0,4% per tahun. Tingkat kematian bayi di negara-negara ini sangat rendah, hanya 8 orang per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan usia harapan hidup mencapai 79 tahun dengan ketergantungan anak hanya 20%. Sebagian besar penduduknya (98%) dapat membaca dan melanjutkan pendidikan tinggi. Satu faktor utama yang menyebabkan majunya pembangunan sosial di negara-negara ini adalah adanya jaminan sosial universal yang melindungi setiap penduduknya dari resiko kehilangan pendapatan, seperti kecelakaan kerja, sakit, cacat, masa tua, hamil, dan pengangguran. Sebesar 46% dari GNP-nya dikeluarkan untuk mebiayai berbagai pelayanan sosial dan kesehatan (OECD, 1996).

Negara-negara yang masuk kategori Negara Berkembang Menengah menyebar diseluruh wilayah geografis: Asia (36 negara), Amerika Latin (22), Afrika (10), dan Oceania (1). Sebagian besar negara-negara ini telah memiliki apa yang disebut “social ingredients” yang diperlukan untuk mencapai kondisi sosial dan ekonomi maju, seperti stabilitas politik, dinamika ekonomi, akses ke sumber daya alam (khususnya enegi), kualitas kesehatan, pendidikan dan sistem jaminan sosial. GNP per kapita di Negara Berkembang Menengah juga relatif tinggi, sekitar US$4910 dengan pertumbuhan 2,3% per tahun dan laju inflasi 7% per tahun. Tingkat pengangguran relatif rendah, sekitar 13,1% dari jumlah angkatan kerja. Namun demikian, beberapa negara masih memiliki kondisi sosial ekonomi yang rentan, seperti pemerintahan korup, jumlah dan pertumbuhan penduduk tinggi, tingginya pengangguran dan meluasnya kemiskinan .
Negara yang termasuk kategori Negara Berkembang Terbelakang berjumlah 38. Sebagian besar berada di Afrika (29 negara), 7 negara di Asia,1 negara di Amerika, dan 1 negara di Pasifik Selatan. Terbelakangnya pembangunan sosial di negara ini terlihat dari rendahnya kualitas hidup, seperti rendahnya usia harapan hidup (51 tahun), tingginya kematian bayi (110/1000) dan anak (177/1000). Tingginya kematian bayi dan anak merupakan yang tertinggi di dunia yang diakibatkan oleh infeksi dan penyakit menular.

Jumlah dan pertumbuhan penduduk di Negara Berkembang Terbelakang sangat tinggi, terutama disebabkan oleh rendahnya penggunaan alat KB dan tingginya migrasi internal. Yang penting dicatat, migrasi penduduk di negara-negara ini tidak hanya dipengaruhi oleh motive ekonomi, melainkan juga oleh perang, konflik sipil dan ketidakstabilan politik. Konsekuensi sosial dari tingginya migrasi ini adalah (a) penelantaran anak, lanjut usia, dan kelompok tidak produktif di daerah pedesaan, (b) melemahnya, atau bahkan hilangnya, nilai-nilai tradisional dan keeratan keluarga, (c) memudarnya budaya dan praktek pertanian, (d) meluasnya kemiskinan, kekurangan gizi, dan kematian dini bagi orang yang tidak dapat bertahan hidup di kota besar yang padat polusi dan penduduk. Hingga hari ini, belum ada satu negarapun yang mampu mengatasi problema migrasi ini dengan efektif.
Rata-rata GDP di negara-negara berkembang terbelakang ini sekitar US$950. Pertumbuhan ekonominya juga sangat rendah, hanya sekitar 3% dengan inflasi tinggi, mencapai 37%. Sarana komunikasi dan transportasi sangat terbatas, serta daya saing di pasar internasional juga sangat terbatas. Tabungan pemerintah dan sektor swasta sangat rendah, sementara utang luar negerinya sangat tinggi. Pemerintahan di sebagian besar negara ini sangat sentralistik. Roda ekonomi sangat tergantung pada gabungan antara pinjaman luar negeri, bantuan negara donor, dan investasi swasta dari luar negeri. Tingkat pengangguran di Negara Berkembang Terbelakang juga sangat tinggi. Meski secara resmi tercatat 20%, kenyataannya bisa lebih dari itu. Pengangguran terutama dialami oleh wanita, laki-laki berusia lebih ari 45 tahun, para penyandang cacat dan buta hurup.
Pengeluaran negara untuk program sosial sangat minimal. Sebagian besar negara bahkan tidak menyediakan asuransi dan jaminan sosial untuk pengangguran, sakit, hamil, kematian, dan cacat. Ironisnya, pengeluaran negara untuk Hankam di negara-negara ini mencapai 4,6% dari GNPnya yang berarti 50% lebih tinggi dari pada di Negara Berkembang Menengah.


Kecenderungan
Menurut studi ini, ada tiga kecenderungan yang perlu di catat. Pertama, negara-negara yang masuk kategori Negara Maju berpusat di tiga wilayah, yaitu Australia-Selandia Baru dengan skor ISP rata-rata sebesar 84,5, Eropa (82,8) dan Amerika Utara (80,4). Ironisnya, negara-negara ini juga mengalami penurunan ISP cukup drastis dalam periode 1990-95. Amerika Utara mengalami penurunan sebesar 14%, Eropa 9%, dan Australia-Selandia Baru 9%. Penurunan ini disebabkan oleh kesulitan ekonomi yang melanda wilayah tersebut yang memuncak di tahun 1990 dan berdampak terus hingga 1995.
Kedua, secara individu kategori Negara Maju didominasi oleh negara yang menerapkan sistem Negara Kesejahteraan (welfare state). Denmark meduduki peringkat 1 dengan skor ISP mencapai 98,4, diikuti oleh Norwegia (95,6), Austria (93,2), Swedia (93,1), dan Finlandia (90,8). Di negara-negara ini 40% dari anggaran belanja negaranya dikeluarkan untuk pembangunan sosial.
Ketiga, mayoritas negara-negara yang berkategori Negara Berkembang Menengah terletak di kawasan Amerika Latin dengan skor ISP rata-rata 53,1 dan Asia (41,2). Sedangkan kategori Negara Berkembang Terbelakang terkonsentrasi di wilayah Afrika (20,1). Pengeluaran negara untuk pembangunan sosial di negara-negara ini tidak lebih dari 10%, dan umumnya lebih kecil daripada anggaran untuk Hankam.

Refleksi
Potret pembangunan sosial di dunia memperlihatkan bahwa negara-negara di dunia telah sampai pada titik persimpangan yang kritis. Beberapa negara terlihat mengalami kemajuan yang berarti, namun sebagian besar lagi masih menyimpan potensi untuk bergerak maju atau bahkan terjerembab ke belakang. Sistem ekonomi dan politik yang terbuka yang dipadukan dengan komitmen pemerintah menyelenggarakan program sosial, merupakan kunci keberhasilan negara-negara maju dalam meningkatkan kesejahteraan sosial penduduknya. Sistem ekonomi suatu negara, tidak menghalangi pemerintah untuk memberikan pelayanan sosial terbaik bagi penduduknya. Di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas, negara bertanggungjawab memberikan pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan, jaminan sosial) kepada penduduknya secara luas dan merata serta dijamin oleh kebijakan publik yang mengikat.

Harus diakui bahwa pembangunan sosial di Indonesia masih belum mendapat prioritas yang memadai, terutama jika dilihat dari rendahnya anggaran pemerintah untuk usaha-usaha kesejahteraan sosial (UKS) yang tidak pernah lebih dari 2% total pengeluaran pemerintah. Direstrukturisanya Depsos menjadi BKSN (Badan Kesejahteraan Sosial Nasional) menunjukkan kekurang seriusan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan sosial. Alasan pemerintah untuk menyerahkan sebagian besar (bahkan mungkin kelak seluruhnya) fungsi dan tugas pelayanan sosial (social services) kepada masyarakat menandai lemahnya komitmen dan tanggungjawab pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial kepada rakyatnya. Pengeluaran sosial seringkali dilihat sebagai beban pemerintah, bukan sebagai investasi sosial yang penting dan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan berkesinambungan.

Di setiap negara, persoalan kemiskinan menjadi masalah yang sangat kompleks yang dihadapi oleh seluruh pemerintahan. Begitu juga persoalan kemiskinan di negeri ini, tentunya mempunyai tempat tersendiri dalam proses pembangunan bangsa. Sudah menjadi trend di setiap pemilihan presiden, gubernur, hingga bupati tema dan jargon kampanye takkan terlepas dari persoalan ini. Kemiskinan seolah indentik dengan sebagian besar masyarakat kita, hingga bermunculan indikator-indikator yang dapat mengukur tingkat kemiskinan penduduk entah itu dalam versi mana saja.
Sering juga kita saksikan bagaimana perdebatan yang pro maupun kontra dalam melihat persoalan kemiskinan. Baik itu mengenai data hingga metode perhitungan tingkat kemiskinan itu sendiri, hingga tak jarang perdebatan itu berujung pada tataran data, berapa jumlah masyarakat miskin, yang kemudian jauh dari fokus bagaimana menuntaskan kemiskinan di negeri ini.
Secara umum kemiskinan lazim diartikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain; tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan.
Definisi beranjak dari pendekatan berbasis hak yang menyatakan bahwa masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau kelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Akan tetapi, parameter yang lazim digunakan para analis dalam menetapkan jumlah kemiskinan lebih cenderung pada pendekatan pemenuhan kebutuhan pokok. Dari hal ini, seseorang dikatakan miskin manakala dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya, yakni; makanan, asupan kalorinya minimal 2.100 kkal/hari per kapita. Dalam perkembangannya, perhitungan angka kemiskinan dari segi pendapatan tidak dapat mencerminkan kemiskinan di Indonesia secara sepenuhnya, banyak penduduk Indonesia yang ’tidak miskin dari segi pendapatan’ dapat tergolong miskin berdasarkan kurangnya akses mereka terhadap layanan publik dan buruknya indikator-indikator pembangunan manusia mereka.

Dari data yang didapat, pada tahun 2005 jumlah rakyat miskin mencapai 35,1 juta jiwa (15,97 persen) dan meningkat menjadi 39,05 juta jiwa (17,75 persen) pada tahun 2006. Pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin diperkirakan masih cukup besar dibandingkan jumlahnya sebelum tahun 2006. Pada tahun 2008 menurut Tim Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Tim P2E-LIPI) memperkirakan warga miskin tahun ini akan bertambah menjadi 41,7 juta orang (21,92 persen). Dengan kata lain tambahan penduduk miskin tahun ini naik 4,5 juta dibandingkan posisi 2007. Pada tahun 2009, Bappenas (Badan Perencanaan Pembagunan Nasional) memperkirakan tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2009 sebesar 14 persen.
Dalam pasal 34 UUD 1945 diterangkan bahwa, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Negara menjamin dan bertanggung jawab dalam penuntasan kemiskinan di negeri ini karena dijamin oleh konstitusi. Terlepas dari banyaknya perdebatan mengenai metode, angka perhitungan tingkat kemiskinan antara kelompok tertentu baik itu pemerintah dan non-pemerintah dalam hal keberhasilan penuntasasan kemiskinan, tidak dapat dimungkiri kemiskinan tetaplah menjadi potret negeri ini. Sehingga dibutuhkan upaya yang sistematis dalam penuntasan kemiskinan bukan malah menjadi polemik berkepanjangan yang sarat dengan muatan politis.

Dari beberapa penelitian Diagnosa kemiskinan menunjukan bahwa perbaikan dalam sektor pendidikan (educational endowment) – diatas pendidikan sekolah dasar – adalah faktor kunci dalam pengentasan kemiskinan. Dan kemajuan dalam usaha mengentaskan kemiskinan baru-baru ini didominasi oleh dampak terhadap sumber daya manusia dari efekendowment dan return. Investasi terhadap rakyat miskin melalui pertumbuhan ekonomi, perencanaan dan penganggaran belanja yang berpihak pada masyarakat miskin adalah sangat penting. Ditambah lagi, rakyat miskin harus dapat dihubungkan dengan kesempatan-kesempatan pertumbuhan, melalui hal-hal seperti akses terhadap infrastruktur, jalan dan kredit.

Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menuntaskan kemiskinan, akses terhadap pendidikan dan pelayanan publik mau tidak mau harus dirampingkan sedimikian mudah, hingga tidak ada lagi diskirminasi dalam pelayanan publik dan mahalnya biaya pendidikan. Namun bangsa ini tetap saja akan menjadi bangsa yang sangat identik dengan potret kemiskinan bila elite-elite negeri ini terlalu lama terjebak dalam perdebatan ‘berapa jumlah rakyat miskin’ (yang sarat dengan muatan politis) namun lupa bagaimana menuntaskan kemiskinan agar jauh dari bumi pertiwi.

Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Maret 2010, ada 31,02 juta penduduk miskin di Indonesia, atau 13,33 persen dari total penduduk Indonesia.
Angka ini turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 32,53 juta.
Bagian terbesar penduduk miskin hidup di desa. Mereka ini lalu menoleh perkotaan untuk mengatasi kemiskinan mereka. Maka arus urbanisasi pun mengencang.
Namun karena banyak dari mereka tak cukup terdidik dan tak cukup keahlian, kehadiran mereka di kota malah memindahkan kemiskinan dari desa ke kota atau mempertinggi angka kemiskinan kota
Keadaan itu terjadi pula di Jakarta. Malah, persaingan hidup yang sengit dan lahan yang kian menyempit, memaksa jutaan orang miskin kota tinggal di daerah-daerah tak layak ditempati, sampai-sampai ada yang harus menempati sudut-sudut yang selain membahayakan dan merusak tata kota, tapi juga bukan haknya.
Mereka ini termasuk yang tinggal di wilayah bantaran rel kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Diataranya yang terdapat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tepatnya depan kampus STIA LAN, Jakarta.
Di sini, bangunan-bangunan semi permanen menyesaki lahan pinggir rel. Bangunan-bangunan ini ditinggali ratusan kepala keluarga yang hanya satu meter dari bibir rel.
Mereka sudah tidak mempedulikan keselamatan diri mereka. Namun, karena sudah biasa, dan pastinya karena dipaksa oleh tuntutan hidup, mereka menjalani juga kehidupan penuh risiko itu.
Kebanyakan dari mereka adalah kaum pendatang yang berurbanisasi dari wilayah-wilayah seperti Indramayu, Cirebon, Madura, dan banyak tempat lainnya.
Setiap keluarga menyesaki ruangan seukuran 3×3 meter persegi yang disusun dari potongan-potongan kayu. Di ruang sesempit ini rata-rata ada tiga orang di dalamnya.
Mereka rata-rata berdagang, tukang bangunan, supir taksi, sopir bajay, tukang ojek, tukang cuci pakaiaan, pembantu rumah tangga, dan profesi informal lainnya.
Jangan anggap mereka gratis menempati gubuk-gubuk itu, sebaliknya mereka harus membayar sewa kepada penghuni awal lahan milik PT KAI tersebut.
“Jangan salah lho, kami ngontrak untuk bisa tinggal di rel ini,” kata Ujang Supriatna (29).
Bayarannya, kata penjual gorengan keliling ini, adalah Rp200 ribu sebulan, dengan fasilitas aliran listrik dan tempat MCK.
Ujang mengaku sudah tiga tahun tinggal di situ. Tentu saja dia tinggal bersama keluarganya.
Mereka sadar
Sulit membayangkan bisa hidup di tempat sesumpek itu. Tapi, mereka bahkan ada yang sudah berpuluh tahun tinggal di situ. “Saya tinggal di sini sejak tahun 1985,” kata Oom komariyah (47).
Ibu rumah tangga beranak tiga itu mengungkapkan kehidupan seperti ini sudah ada sejak dia dan suaminya hijrah dari Tasikmalayua ke Jakarta 25 tahun silam untuk mengadu nasib.
Demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Oom membuka warung di sisi rel yang berjarak hanya satu meter dari jalur kereta api, sementara suaminya menjadi tukang bangunan.
Mereka benar-benar sudah terbiasa hidup di kesumpekan, sampai-sampai harus menyimpan properti mereka di luar gubuk. Mereka yang memiliki sepeda motor atau gerobak, terpaksa memarkir asetnya itu di ruang di antara dua rel kereta api.
“Ya mau gimana lagi, orang lahannya sempit,” kata Kosim Rohimat (33).
Kosim berprofesi sebagai pedagang mie ayam dan kadang nyambi menjadi tukang bangunan, sedangkan sang istrinya bekerja sebagai tukang cuci di rumah susun tak jauh dari tempat mereka tinggal.
Bukan hanya kalangan dewasa yang terbiasa di kesumpekan, anak-anak mereka pun terbiasa bermain di wilayah yang tak menyisakan sejengkal pun tanah untuk tempat bermain anak itu.
Meski menganggap gubuk-gubuk itu istananya, tapi mereka sadar telah menempati lahan yang bukan haknya, sehingga kalau ditertibkan mereka akan menerimanya.
“Kita sih terima aja ditertibkan karena memang ini bukan tanah saya,” kata Oom.
Yang Oom dan warga bantaran rel lainnya minta adalah mengkomunikasikannya dulu kepada mereka, jangan asal bongkar dan gusur.
“Ditertibkan sih boleh boleh saja, yang penting diberitahukan kepada semua warga di sini,” kata Usep.
Warga asal Garut ini ingin ada musyawarah terlebih dahulu sebelum ditertibkan, termasuk membincangkan kompensasi untuk mereka.
Warga seperti Oom mengharapkan kompensasi itu diantaranya pinjaman usaha dan biaya pemulangan mereka ke kampung. “Saya sih terima kasih kalau nanti ada bantuan, moga-moga bisa lancarin usaha saya,” kata Oom.
Selama ini hanya keterpaksaan yang membuat mereka tinggal di bantaran rel. Mereka melakukannya dmei mencoba bertahan hidup di Jakarta, apalagi mereka sudah beranak pinak.
Pemerintah sendiri dalam waktu dekat akan menertibkan wilayah bantaran rel, mulai kawasan dekat flyover Slipi sampai kawasan Pintu Air Pejompongan. Jadi termasuk area di mana Oom, Ujang, Kosim dan ratusan keluarga lainnya tinggal.
Penertiban kawasan itu diberlakukan kepada wilayah di dua sisi bantaran rel, yaitu sisi wilayah Petamburan sejauh 1 meter dari rel dan sisi Pejompongan sejauh 5 meter dari rel.
Kiprah Kementerian Sosial
Sebelum penertiban dilaksanakan, ada baiknya mendengar dulu keluhan warga itu yang umumnya berharap mendapatkan kompensasi berupa bantuan modal. Tentu saja sebagai warga negara, mereka berhak difasilitasi negara.
Selama ini mereka mengandalkan pinjaman dari para rentenir karena mana mau bank menyalurkan kredit kepada warga miskin seperti mereka. Mereka menyebut para rentenir dengan “bank keliling”.
“Modal usaha sangat penting bagi kami,” kata Usep.
Pemerintah sendiri, diantaranya Kementerian Sosial, tak berdiam diri menjawab aspirasi warga miskin ini.
Kementerian Sosial sendiri, bersama PT. KAI, menyatakan kesiapannya membantu penduduk miskin yang rumah sumpek mereka itu akan segera ditertibkan. Kementerian akan memberdayakan masyarakat miskin kota, termasuk yang ada di bantaran rel kereta api.
Humas Kementrian Sosial Tati Nurhayati menyatakan, pihaknya siap mendampingi masyarakat yang menempati lahan milik PT. KAI.
Melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan, Kementeriam Sosial juga siap membantu pemulangan mereka ke kampung asalnya.
“Nantinya mereka akan dipulangkan ke kampung halaman masing masing,” kata Tati.
Khusus anak-anak yang tinggal di kawasan miskin itu, pemerintah menyediakan pelayanan khusus untuk anak balita, anak terlantar dan jalanan, anak yang berhadapan dengan hukum, anak cacat dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Skema perlindungannya dimaktub dalam Program Kesejahteraan Sosial Anak(PKSA).
Sejak 2009 hingga 2010, Kementerian Sosial sudah mengalokasikan Rp194 miliar untuk program PKSA dan ini sudah menjangkau 148.890 anak yang memiliki masalah sosial, termasuk 4.884 anak jalanan.
Sementara untuk merespons keluhan seperti disampaikan warga bantaran rel, Kementerian Sosial memiliki progam khusus Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Dalam skema ini, kelompok warga miskin bisa mendapat bantuan Rp20 juta. Dengan dana ini warga miskin mesti bisa mengembangkan usahanya sendiri.
Di Palu, Sulawesi Tengah, program KUBE mencatat sukses. Warga miskin yang mendapat bantuan skema ini berhasil mengembangkan usaha batu bata, sementara di Kabupaten Bangli, Bali, program serupa sukses mendorong usaha ternak sapi di sana.
Dengan keberhasilan seperti itu, program serupa bisa pula membantu mengeluarkan Oom dan banyak lagi warga miskin di bantaran rel atau warga miskin perkotaan lainnya, keluar dari jerat kemiskinan
1. Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010
Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen).
Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32,53 juta (14,15 persen),
berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1,51 juta jiwa.
Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih besar daripada daerah perdesaan. Selama
periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta orang,
sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (Tabel 2).
Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah dari
Maret 2009 ke Maret 2010. Pada Maret 2009, sebagian besar (63,38 persen) penduduk miskin berada di
daerah perdesaan begitu juga pada Maret 2010, yaitu sebesar 64,23 persen.
Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2009-Maret 2010
nampaknya berkaitan dengan faktor-faktor berikut:
a. Selama periode Maret 2009-Maret 2010 inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 3,43 persen.
Menurut kelompok pengeluaran kenaikan harga selama periode tersebut terjadi pada kelompok bahan
makanan sebesar 4,11 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 8,04
persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 3,85 persen; kelompok kesehatan
sebesar 3,18 persen; kelompok sandang sebesar 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas,
dan bahan bakar sebesar 2,08 persen, serta kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan
sebesar 1,38 persen.
b. Rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan
3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.
c. Produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan/ARAM II) mencapai 65,15 juta ton GKG, naik
sekitar 1,17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64,40 juta ton GKG.
d. Sebagian besar penduduk miskin (64,65 persen pada tahun 2009) bekerja di Sektor Pertanian. NTP
(Nilai Tukar Petani) naik 2,45 persen dari 98,78 pada Maret 2009 menjadi 101,20 pada Maret 2010.
e. Perekonomian Indonesia Triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5,7 persen terhadap Triwulan I 2009,
sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3,9 persen pada periode yang
sama. Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010 3
Tabel 1
Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin
Menurut Daerah, Maret 2009-Maret 2010
Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln)
Daerah/Tahun
Makanan Bukan Makanan Total
Jumlah
penduduk
miskin (juta)
Persentase
penduduk
miskin
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Perkotaan

Maret 2009 155 909 66 214 222 123 11,91 10,72
Maret 2010 163 077 69 912 232 989 11,10 9,87
Perdesaan

Maret 2009 139 331 40 503 179 835 20,62 17,35
Maret 2010 148 939 43 415 192 354 19,93 16,56
Kota+Desa

Maret 2009 147 339 52 923 200 262 32,53 14,15
Maret 2010 155 615 56 111 211 726 31,02 13,33

Sumber: Diolah dari data Susenas Panel Maret 2009 dan Maret 2010.
Dilihat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2010, perkembangan tingkat kemiskinan
ditunjukkan oleh tabel berikut:
Tabel 2
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia
Menurut Daerah, 2004-2010
Jumlah Penduduk Miskin (Juta) Persentase Penduduk Miskin
Tahun
Kota Desa Kota+Desa Kota Desa Kota+Desa
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
2004 11,40 24,80 36,10 12,13 20,11 16,66
2005 12,40 22,70 35,10 11,68 19,98 15,97
2006 14,49 24,81 39,30 13,47 21,81 17,75
2007 13,56 23,61 37,17 12,52 20,37 16,58
2008 12,77 22,19 34,96 11,65 18,93 15,42
2009 11,91 20,62 32,53 10,72 17,35 14,15
2010 11,10 19,93 31,02 9,87 16,56 13,33
Sumber: Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 4 Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010
2. Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010
Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya
seseorang. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di
bawah Garis Kemiskinan.
Selama Maret 2009-Maret 2010, Garis Kemiskinan naik sebesar 5,72 persen, yaitu dari
Rp200.262,- per kapita per bulan pada Maret 2009 menjadi Rp211.726,- per kapita per bulan pada Maret
2010. Dengan memerhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan
Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi
makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang,
pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2009 sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73,6 persen, dan
sekitar 73,5 persen pada Maret 2010.
Pada Maret 2010, komoditi makanan yang memberi sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan
adalah beras yaitu sebesar 25,20 persen di perkotaan dan 34,11 persen di perdesaan. Rokok kretek filter
memberikan sumbangan terbesar ke dua kepada Garis Kemiskinan (7,93 persen di perkotaan dan 5,90
persen di perdesaan). Komoditi lainnya adalah gula pasir (3,36 persen di perkotaan dan 4,34 persen di
perdesaan), telur ayam ras (3,42 persen di perkotaan dan 2,61 di perdesaan), mie instan (2,97 persen di
perkotaan dan 2,51 persen di perdesaan), tempe (2,24 persen di perkotaan dan 1,91 persen di perdesaan),
bawang merah (1,36 persen di perkotaan dan 1,66 persen di perdesaan), kopi (1,23 persen di perkotaan
dan 1,56 persen di perdesaan), dan tahu (2,01 persen di perkotaan dan 1,55 persen di perdesaan).
Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan besar untuk Garis Kemiskinan adalah biaya
perumahan (8,43 persen di perkotaan dan 6,11 persen di perdesaan), biaya listrik (3,30 persen di
perkotaan dan 1,87 persen di perdesaan), dan angkutan (2,48 persen di perkotaan dan 1,19 persen di
perdesaan), dan biaya pendidikan (2,40 persen di perkotaan dan 1,16 persen di perdesaan).
3. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan
Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.
Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain
harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa
mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
Pada periode Maret 2009-Maret 2010, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan
Kemiskinan (P2) menurun. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2,50 pada Maret 2009 menjadi 2,21
pada Maret 2010. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,68 menjadi 0,58 pada
periode yang sama (Tabel 3). Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata
pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan
pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010 5
Tabel 3
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Indonesia
Menurut Daerah, Maret 2009-Maret 2010
Tahun Kota Desa Kota + Desa
(1) (2) (3) (4)
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
Maret 2009 1,91 3,05 2,50
Maret 2010 1,57 2,80 2,21
Indeks Keparahan Kemiskinan (P2)
Maret 2009 0,52 0,82 0,68
Maret 2010 0,40 0,75 0,58
Sumber: Diolah dari data Susenas Panel Maret 2009 dan Maret 2010
Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah
perdesaan masih tetap lebih tinggi daripada perkotaan, sama seperti tahun 2009. Pada Maret 2010, nilai
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk perkotaan hanya 1,57 sementara di daerah perdesaan mencapai
2,80. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan hanya 0,40 sementara di daerah perdesaan
mencapai 0,75. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemiskinan di daerah perdesaan lebih buruk dari daerah
perkotaan. 6 Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010
4. Penjelasan Teknis dan Sumber Data
a. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan
dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai
ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan
makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung
Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.
b. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua
komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan-Makanan
(GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan
dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per
kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan.
c. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum
makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari. Paket komoditi
kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan,
daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll).
d. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan,
sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar nonmakanan diwakili
oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di perdesaan.
e. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2010 adalah
data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Panel Modul Konsumsi Maret 2010.
Jumlah sampel sebesar 68.000 rumah tangga dimaksudkan supaya data kemiskinan dapat
disajikan sampai tingkat provinsi. Sebagai informasi tambahan, juga digunakan hasil survei
SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar), yang dipakai untuk memperkirakan
proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.

Sumber
http://datakemiskinan.blogspot.com/2010/03/potret-kemiskinan-di-indonesia.html
http://www.fokal.info/fokal1/artikel/hukum/176.html
http://keadilansosial.wordpress.com/
http://www.bps.go.id/brs_file/kemiskinan-01jul10.pdf





Penutup

Demikian materi yang saya bahas tentang potret kemiskinan di Indonesia...
Masih banyak hal yang harus kita benahi untuk membantu pemerintah memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia …

wanita...

Kadang seorang wanita tidak menyadari betapa berharga dirinya..
Kadang seorang wanita tidak memahami arti dirinya...
Kadang seorang wanita bertindak hal konyol yg akan menyakiti dirinya...
Kadang seorang wanita tidak menyadari kebodohan yg dia lakukan yg dpat membuat dirinya hancur...


Wanita ...
Wanita sosok yg lebih mengutamakan perasaan dibanding logika..
Wanita terkadang rela melakukan hal yg tidak logis demi kebahagian org lain..
Wanita itu sebenarnya sosok yang lembut..tegar...pemaaf...

Kadang wanita menjadi lemah karena sosok yg disebut dengan pria..
Karena pria itu kadang seorang wanita rela memberikan apapun demi kebahagian nya..
Wanita dewasa itu seharusnya bisa memilih dan menentukan apa yg harus dilakukannya dalam kehidupan...

Senin, 25 April 2011

Pantai terbaik di Indonesia

INDONESIA dengan 17.504 pulaunya memegang rekor negara dengan garis pantai terpanjang di dunia versi Guinnes Book of World Record. Tapi kita sebagai WNI, kurang menjelajah pantai-pantai spektakuler itu.

Tidak adil rasanya saya hanya boleh memilih 10 pantai terbaik di Indonesia, karena banyak pantai yang bagus lainnya yang belum pernah saya kunjungi, seperti di Maluku dan Papua.

Saya juga tidak memasukkan Pulau Bali dan Pulau Belitung ke dalam daftar ini, karena sudah saya anggap sudah ‘biasa’. Maklum, saya bukan penggemar tempat komersil. Pantai selera saya harus sepi, tanpa ombak dan bisa diberenangi dengan santai.

Berikut daftarnya berdasarkan jarak dari Jakarta, bukan berdasarkan urutan tingkat kebagusan:

Pulau Gangga, Sulawesi Utara
Pulau Gangga terletak di ujung utara Pulau Sulawesi. Masuk ke dalam Kepulauan Sangihe. Sebagian besar turis ke Sulawesi Utara, pergi ke Pulau Bunaken. Tapi tak jauh dari sana terdapat Pulau Gangga yang jauh lebih cantik. Pasirnya halus berwarna putih, airnya bening, dan sepi. Pulau Gangga yang luasnya 5 hektar ini sebenarnya resor yang dikelola orang Italia. Dapat ditempuh menggunakan mobil selama 1 jam dari kota Manado dan 30 menit naik speed boat dari Desa Likupan. Lautnya nikmat diberenangi pagi-siang-sore-malam karena tak berombak. Pemandangan saat matahari terbenam sangat spektakuler. Seluruh langit berwarna oranye kemerahan terefleksi pada air laut yang menjadi keemasan.

Kep. Derawan, Kalimantan Timur

Pantai Kakaban, Kepulauan Derawan
Kepulauan Derawan terletak di propinsi Kalimantan Timur dengan luas 1 juta hektar persegi di Laut Sulawesi yang terdiri dari 31 buah pulau, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Panjang, Pulau Samama, serta beberapa pulau kecil dan gugusan karang lainnya. Berpasir putih dan berair jernih. Untuk mencapainya dapat naik pesawat dari Balikpapan menuju Berau, lalu dilanjutkan dengan jalan darat ke Tanjung Batu selama 3 jam plus naik speed boat selama 30 menit. Kep. Derawan merupakan habitat terbesar se-Indonesia bagi spesies penyu hijau yang terancam kepunahannya. Semua pulau berpasir putih yang masih bersih dan alami. Kita pun bisa berenang di pantai bersama penyu!

Pantai Ratenggaro, Sumba, NTT
Sumba, sebuah pulau hampir seluas Bali yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini belum terjamah pariwisata gila-gilaan sehingga masih alami. Selain tenun ikat dan kuda, alam Sumba sangat indah. Pantainya pun bagus, bersih dan sepi. Tapi favorit saya Pantai Ratenggaro yang terletak di Kabupaten Kodi, sekitar satu jam berkendara dari kota Waikabubak. Pantai berpasir putih dan laut biru ini dikelilingi tebing batu rendah dan masih tersisa kuburan batu megalitik. Uniknya lagi, pantai ini tepat berada di muara sungai yang berair biru dan beralas pasir. Air laut pun membuat lagun dengan latar belakang rumah tradisional Sumba dengan atap tinggi.
Pulau Cubadak, Sumatera Barat
Pulau Cubadak terletak di propinsi Sumatera Barat. Dari kota Padang, berjarak 2,5 jam naik mobil menuju Desa Corocok, lalu 10 menit naik speed boat. Pulau seluas 7 hektar ini pun lahan dari sebuah resor yang lagi-lagi dikelola orang Italia bernama Cubadak Paradiso Village, yang berarti “desa di surga”. Di belakang terhampar hutan dan tebing, sedang di depannya pantai berpasir putih yang dikelilingi pegunungan. Rasanya seperti tidak berada di laut, melainkan di danau dengan air berwarna emerald green dan sangat tenang. Kalau bosan berenang di pantai, bisa trekking ke hutan atau piknik di pulau lain.

Kep. Lombok Timur, NTB

Pulau Kondo, Lombok Timur
Tidak banyak yang tahu tentang Lombok Timur yang memiliki terumbu karang seluas 3.210 hektar. Dengan air laut jernih, hamparan terumbu karang dapat terlihat jelas dari atas kapal. Menengok ke depan, terhampar pemandangan kaki gunung Rinjani. Desa terdekat Labuhan Pandan, yang terletak 2 jam dari Mataram naik mobil plus 30 menit untuk mencapai kepulauan. Gili Sulat dan Gili Lawang, dua pulau terbesar di kepulauan Lombok Timur yang didominasi hutan bakau. Dengan berkano Anda dapat menyusuri hutan bakau tersebut pada saat air pasang. Pulau-pulau lainnya seperti Pulau Kondo, Gili Petagan, Gili Lampu, Gili Bidadari, dan beberapa gosong (pulau pasir tanpa tumbuhan) berpasir putih nan lembut bak tepung.

Pulau Menjangan, Bali
Banyak pantai yang bagus di Provinsi Bali, tapi yang bagus, sepi dan tidak komersil hanyalah di Pulau Menjangan. Dinamakan demikian menurut penduduk lokal karena terdapat rusa (menjangan) yang sering berenang ke sana. Termaktub ke dalam Taman Nasional Bali Barat, sebenarnya pulau ini terletak di arah barat laut Bali dan dekat Banyuwangi. Dapat ditempuh dengan 3 jam naik mobil dari Denpasar dan 30 menit naik speed boat dari Pemuteran. Pasirnya putih, airnya biru jernih, ditambah lagi terumbu karangnya yang sehat menjadikannya tempat diving dan snorkeling yang baik.

Pulau Sempu, Jawa Timur
Letaknya di provinsi Jawa Timur, sekitar 70 km dari kota Malang ke arah selatan. Pulau Sempu yang memiliki luas 877 hektar ini kawasan Cagar Alam. Yang menarik dari pulau yang satu ini, lagunnya yang indah bernama Segara Anakan. Terletak di ujung pulau, air yang masuk ke dalam kolam raksasa ini berasal dari ombak yang menghantam secara periodik melalui karang bolong, dari Samudera Hindia yang terkenal ganas. Pada sisinya terdapat hamparan pasir putih yang lembut. Air lagun tersebut jernih dengan warna yang bergradasi, mulai dari hijau tua, hijau muda, sampai biru muda, plus aman untuk direnangi karena dangkal dan airnya tidak berombak sama sekali. Dikelilingi tebing batu karang dan hutan lebat, mengingatkan saya pada film The Beach-nya Leonardo DiCaprio.

Kep. Karimunjawa, Jawa Tengah
Kepulauan Karimunjawa salah satu kecamatan dari Jepara (propinsi Jawa Tengah) yang terletak 45 mil dari Pulau Jawa. Terdiri dari 27 pulau dengan 5 pulau saja yang dihuni, termasuk Pulau Karimun Besar di mana sebagian besar penginapan berada. Karena kekayaan alamnya, sejak tahun 1986 pemerintah menetapkan Karimunjawa sebagai Taman Nasional Laut. Wajib hukumnya untuk island hopping ke pulau-pulau di sekitarnya, seperti Pulau Menjangan yang terdapat penangkaran penyu dan hiu atau snorkeling di sekitar Pulau Cemara. Kalau berkocek lebih, bisa menginap di Pulau Menyawakan yang terdapat resor yang dimiliki orang Swedia. Semua pulau di sana berpasir putih dengan warna air bergradasi biru dan alam bawah laut yang indah.
Pulau Peucang, Banten

Pantai Pulau Pecang
Pulau Peucang terletak di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Nama ‘peucang’ sendiri artinya rusa dalam bahasa lokal, makanya di sana kita bisa melihat rusa berkeliaran. Dapat ditempuh dengan naik mobil dari Jakarta selama 6 jam menuju Sumur, lalu dilanjutkan dengan kapal selama 3 jam. Pulau Peucang luar biasa indahnya, pasirnya putih lembut dan air lautnya biru tak berombak. Satu jam berjalan kaki ke arah utara terdapat Karang Copong, sebuah karang mati besar yang berlubang (copong) dan tempat terindah untuk menikmati pemandangan saat matahari terbenam.

Kep. Seribu, Jakarta
Kepulauan Seribu salah satu favorit saya karena aksesnya paling mudah dari Jakarta. Tinggal ke Ancol atau Muara Karang, lalu naik kapal selama 2-3 jam saja. Kalau kurang dari itu, pulau-pulaunya memang kurang bersih. Tapi banyak pilihan pulau lain karena Kepulauan Seribu memiliki 110 pulau dengan luas hampir 11 kali lebih besar daripada Jakarta. Sebagian pulau dihuni penduduk, sebagian dibuat resor, sebagian lagi dibiarkan kosong tak berpenghuni. Kalau mau murah meriah, pergi lah ke Pulau Pramuka atau Pulau Tidung. Kalau punya kocek lebih, bisa tinggal di Pulau Macan, Pulau Sepa, atau Pulau Kotok yang lebih sepi. Sewalah kapal untuk island hopping ke pulau-pulau yang berpenghuni. Pasir putih dan laut biru yang tenang lumayan untuk tempat kabur sementara dari hiruk-pikuk Jakarta.


http://www.tabloidbintang.com/wisata-a-kuliner/perjalanan/4555-10-pantai-terbaik-di-indonesia.html?start=2

Minggu, 17 April 2011

arti kamu..

S'org yg mncintaimu..takkan bsa mmberi alasan mngapa ia mncintaimu ...
yg ia tau,,hnya kmu d htinya..

S'org yg mncntaimu..kdg m'buat muu mrah n ksal..
Pdhl ia hnya ingn mmbuatmu bhagia tnpa tau hrus b'buat apa..

S'org yg mncintaimu,,akan mrah2 bila kmu tak ad kbar..
krna ia khwtr trjdi s'suatu sm kmu..

S'org yg mncintaimu..jrg mmuji org lain..
krna d hati na hnya kmu yg trbaik n smpurna..

S'org yg mnvtaimu,,hnya mnteskan air mta d dpan mu,,,
saat kmu mncba mngusap na,,kmu tlah mnyntuh hati na yg t'dlam..

Senin, 11 April 2011

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Konsep
Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional
§ Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Pendapatan nasional merupakan tolak suatu ukur perkembangan suatu Negara.
§ Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
§ Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement).Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
§ Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
§ Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer paymentadalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
§ Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Perhitungan :
Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
§ Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
§ Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
§ Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?

jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Factor yang mempengangruhi :
§ Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Konsumsi merupakan salah satu factor yg mempengaruhi pendapatan nasional.
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

§ Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

§ Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.


PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Salah satu indicator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang dihasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode tertentu.sebab, besarnya output nasional dapat menunjukan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian.
Yang pertama, besarnya output nasional merupakan gambaran awal seberapa efisien sumber daya ysng ada dalam perekonomian digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.
Yang kedua, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu Negara.
Yang ketiga, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah structural yang dihadapi suatu perekonomian.



Referensi :
http://tithagalz.wordpress.com/2010/06/14/konsep-pendapatan-nasional/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional

Rabu, 06 April 2011

Tips/Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Dengan Pola Hidup Sehat

Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu mengedepankan kesehatan tubuh dan jiwa kita karena sehat itu nikmat dan juga ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang tidak akan menghargai kesehatannya sendiri di saat ia masih sehat. Begitu pentingnya kesehatan sehingga ada orang yang rela membayar milyaran rupiah untuk kesehatan dirinya di saat dia sakit.

Tip berikut ini adalah contoh kegiatan yang dapat kita jalani dalam keseharian kita di dunia. Kegiatan atau aktivitas tersebut masuk ke dalam penerapan pola hidup sehat, yaitu :

1. Menghindar / Berhenti Dari Kebiasaan Bodoh Yang Menjijikkan

Kegiatan bodoh yang bagi sebagian orang disangka / dianggap sebagai kegiatan yang keren, macho dan gaul adalah seperti merokok, minum minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang / narkotika / zat additif lainnya yang menyebabkan kecanduan.

Bayangkan saja jika sudah terkena salah satu aktifitas bodoh di atas maka seseorang bisa mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang candu tersebut, untuk biaya berobat di masa depan, membuang banyak waktu untuk membeli dan mengkonsumsi barang-barang haram tersebut.

Menggunakan barang menjijikkan tersebut tentu saja menambah dosa kita berlipat ganda karena dampak / efeknya tidak hanya kita saja yang merasakan, namun juga orang lain seperti orang tua, teman, keluarga, pacar, dan lain sebagainya.

2. Jangan Melakukan Hubungan Seks Bebas Di Luar Nikah

Seks memang enak bagi sebagaian orang. Namun alangkah terhormat dan terpujinya apabila hubungan sex tersebut dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan dengan doa restu dari banyak orang. Kebanyakan ngeseks memang disepelekan bagi pasangan yang sudah terbiasa melakukannya ataupun bagi orang yang mudah terangsang tanpa iman yang kuat.

Dampak akibat dari pergaulan bebas melakukan seks pranikah yaitu misalnya seperti :
a. hamil di luar nikah dan si laki-laki lari dari tanggungjawab.
b. terkena penyakit menular seperti AIDS yang tak ada obatnya.
c. dosa besar kepada Tuhan
d. dikucilkan dari pergaulan dan masyarakat
e. digrebek polisi / satpol pp / hansip
f. dibunuh pacar sendiri, diperkosa, dsb.
g. ketagihan akan orgasme dan berkembang ke tahap yang membahayakan.
h. awal dari kegiatan bodoh nomor 1 di atas.
i. susah mendapat jodoh ketika mau serius nikah.
j. berbohong pada orang tua, keluarga, kerabat, teman, dsb.
k. dan masih banyak lagi akibat buruknya.

Tujuan dari seks untuk mendapatkan klimaks / orgasme banyak didewakan oleh banyak orang yang tersesat dan mereka akan mencari korban lain untuk diajak dan diseret ke dalam lembah hitam tersebut. Jika berhbungan dengan lawan jenis maupun sesama jenis tanpa ikatan pernikahan sebaiknya jangan melihat sisi enaknya saja kalau ngesex, tapi lihat sisi negatifnya yang sangat banyak. Anda akan jijik melakukannya.

3. Makan Makanan Yang Sehat Dan Sesuai Aturan

Makanan enak belum tentu sehat. Banyak makanan serta minuman yang berbahaya dan tidak sehat apabila dikonsumsi. Contohnya seperti penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet makanan dan minuman yang seharusnya digonakan untuk mengawetkan mayat / jenazah / bangkai.

Kalau jajan jangan sembarangan. Belilah makanan dan minuman di tempat yang dapat terjamin kebersihan / higienitas makanan minuman tersebut. Hati-hati dan selalu waspada terhada apa pun yang akan kita masukkan ke dalam mulut kita karena bisa saja minuman atau makanan yang kita beli dan siap disantap tersebut telah dicampur dengan zat beracun yang berbahaya seperti arsenik, obat tidur, racun seangga, racun tikus, pengewet bukan untuk makanan dan minuman, dan lain sebagainya. Lihat pula kebersihan tempat serta pengolahan dan pemilihan bahan baku makanan / minuman.

Jangan mudah tergoda dengan iklan di tv, radio, surat kabar, majalah, sales, dan lain sebagainya. Terkadang produsen pun berbohong demi mendapatkan keuntungan yang besar dan bekerjasama dengan oknum pemerintah agar tutup mulut.

Makan makanan dan minuman yang bergizi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh, aktivitas serta usia kita. Makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang adalah kebiasaan yang baik. Jangan pernah lupa dengan empat sehat lima sempurna yang sering kita dengar dari dulu kala. Makan dengan asupan gizi seimbang karena apa yang kita makan akan merepresentasikan diri kita di masa yang akan datang.

4. Menjaga Kebersihan Diri Sendiri Dan Lingkungan Sekitar Kita

Kebersihan diri sendiri perlu diperhatikan dan dijaga dengan baik karena terkait / berkaitan erat dengan penampilan kita di masyarakat umum. kerapihan dan kebersihan badan seperti rambut, kuku, wajah, mata, telinga, kulit, mulut, gigi, tangan, kaki, dll dapat memberi efek pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hindari bertukar peralatan mandi, bersolek, kesehatan, pakaian pribadi dengan orang lain karena mungkin dapat menularkan penyakit yang berbahaya.

Bayangkan saja kalau ada orang sakit gigi akut bisa menyebabkan dia tidak masuk kantor berhari-hari karena rasa sakitnya yang tidak tertahankan. Orang yang memiliki penampilan serta gaya yang jorok akan dijauhi dari pergaulan sehari-hari dan akan sulit mendapat teman, pacar, jodoh, pekerjaan, kepercayaan dan lain-lain.

Jaga kebersihan lingkungan dari sampah dan gangguan penyakit lingkungan karena lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Sampah yang menimbun dan membusuk mampu mengeluarkan bau yang tidak sedap / enak, pemandangan yang kumuh / kotor, bunyi lalat yang beterbangan, suara sumpah-serapah orang yang berada disekitarnya, dan lain sebagainya.

Sampah juga bisa menjadi sarang penyebar penyakit seperti tikus yang menyebarkan penyekit leptospirosis melalui kencing tikus serta tipes / tipus. Nyamuk juga bisa menyebarkan bibit plasmodium yang dapat berkibat melaria dan demam berdarah pada seseorang. lalat yang menebar bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit pencernaan seperti beri-beri, mencret, diare, dan sebagainya.

Polusi seperti limbah sampah dan wc rumah tangga, limbah pabrik, polusi suara, dan polusi lainnya perlu diselesaikan dengan sigap dan terkoordinir dengan baik antar anggota masyarakat di suatu lingkungan agar menghasilkan hasil lingungan bersih dan nyaman yang baik

5. Berolahraga Dan memeriksakan Kesehatan Ke Dokter Secara Berkala

Berolah raga secara teratur dapat memacu jantung, pernafasan dan peredaran darah menjadi lebih baik. Biasakan berolah raga setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti berjalan kaki, senam, fitnes, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti main badminton, sepak bola, lari maraton, tenis, bola basket, dan lain sebagainya.

Selain olah raga ada lagi yang tidak kalah pentingnya dengan olahraga yaitu periksa kesehatan berkala secara teratur ke dokter. Guna pemeriksaan kesehatan terprogram adalah agar penyakit atau kelainan yang timbul dapat terdeteksi dengan lebih cepat sehingga pengobatan pun tidak akan memakan banyak biaya, waktu dan tenaga.

6. Hindari Stress Yang Menyebalkan Dengan Cara Yang Sehat Dan Halal

Untuk menghindari stress diperlukan strategi untuk masing-masing individu. Carilah cara yang terbaik untuk menghilangkan stress dengan cara anda sendiri yang mudah, dapat dilakukan di mana-mana, murah meriah, sehat, halal, dan enak dilakukan. Contoh aktivitas penghilangan stres adalah seperti mendengarkan musik yang menurut pribadi enak didengar dan ngilangin beban pikiran yang ada, main video game, main musik musik, olah raga, ngobrol ama temen sobat karib, curhat, maen kartu non judi, pacaran sehat, makan, melakukan hubungan suami isteri / intim dengan pasangan yang sah, nongkrong di wc, jalan-jalan ke mall, nyanyi, main mainan anak kecil, berkebun, mancing, teriak di tempat sepi, tidur / bobo, dan lain sebagainya.

Intinya dalam hidup anda adalah nyantai aja dengan semua problema yang ada. Buat apa susah (stres), susah itu tak ada gunanya. Emosi anda jangan sampai menjadi jahat dan menguasai diri anda, karna emosi yang tidak terkendali dan terkadang menjadi dendam, sakit hati, dan lain sebagainya yang terlihat bodoh bagi orang lain. Ada masalah / problem yang bisa bikin anda depresi cuek aja lah, kayak nggak ada kerjaan laen saja.

Tidur yang cukup, dekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing asal tidak jahat, serta melaksanakan program pola hidup sehat dapat mencegah stres maupun depresi yang apabila sudah parah dan kronis bisa menjadi gangguan jiwa dan penyakit jiwa yang membuat anda perasa tertekan dan malu pada orang banyak. Konsultasikan dengan psikolog jika anda memiliki masalah kejiwaan atau orang lain yang anda percaya jika anda malu. Buka hati anda untuk menerima kritik, masukan dan saran dari orang lain dan rubah gaya hidup anda jika diperlukan demi kesehatan jiwa / batin anda.

-----

Demikian panduan / pedoman pola hidup sehat dari saya semoga dapat memberikan kebaikan dan berkah kesehatan bagi kita semua. Sekian dan terima kasih atas perhatian anda. Masukan, kritik, komentar dan saran kami nantikan.

- JAGALAH KESEHATAN ANDA SEBELUM HILANG
- SEHAT ITU ENAK, SAKIT ITU SENGSARA
- SAKIT BUTUH BIAYA WAKTU DAN TENAGA
- BUAT APA SUSAH (STRESS) LEBIH BAIK KITA BERGEMBIRA
- KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI HARUS SEIMBANG
- JANGAN CARI PENYAKIT DAH COY